Monday, 7 November 2016

Nol Kilometer Jogja, Salah Satu Lokasi Favorit Anak Nongkrong Jogja



VISITJOGJA.NET - Sudah bukan rahasia lagi jika kawasan Jalan Malioboro menjadi pusat aktivitas perdagangan nomor satu di Jogja, kawasan Bulaksumur yang menjadi pusat pendidikan, serta daerah jeron benteng (kawasan di dalam area pagar kraton) yang menjadi pusat dari segala jenis pelestarian budaya Jawa. Tapi tahukah anda tentang titik Nol Kilometer Jogja?



Titik Nol Kilometer Jogja



Nol Kilometer Jogja, Salah Satu Lokasi Favorit Anak Nongkrong Jogja


Lokasi titik nol kilometer jogja bukanlah hanya sebuah nama atau julukan belaka, lokasi ini benar-benar ditetapkan menjadi pusat perhitungan wilayah Yogyakarta, atau titik nol kilometer bak dari sisi selatan, barat, utara dan timur, jadi jika anda sedang berada di kawasan titik nol kilometer jogja berarti anda ada di tengah-tengah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setiap malam di kawasan titik nol kilometer jogja ini selalu ramai pengunjung, tidak hanya para wisatawan dari luar daerah tetapi banyak juga dari anak-anak muda jogja atau Cah Yogya yang menyempatkan diri untuk menghabiskan malam disini.

Yang spesial dari titik nol kilometer jogja selain dari lokasinya yang sangat strategis, disini juga tersedia banyak hiburan setiap hari, tempat ini juga menjadi spot menarik untuk berfoto baik siang maupun malam hari, karena sistem pencahayaannya yang bagus.

Jika haus dan lapar di kawasan titik nol kilometer jogja juga banyak tersedia penjual makanan, jika ingin sesuatu yang spesial kita bisa berjalan kaki ke kawasan Malioboro disana ada banyak sekali pilihan menu hidangan khas Jogja yang dijajakan di pinggir jalan, tidak hanya itu, jika belum puas berburu kuliner di kawasan Malioboro anda juga bisa berjalan kaki kurang lebih 5 menit ke arah selatan untuk berburu angkringan atau Gudeg di kawasan alun-alun utara Kraton dan jalan wijilan Jogja.

Untuk trasportaatasi menuju ke titik nol kilometer sendiri dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi atau dengan bus trans jogja, jika anda dari luar kota dan berkunjung ke Jogja dengan menggnakan Kereta Api, anda bisa turun di Stasiun Tugu kemudian berjalan kaku sekitar 10 menit atau naik becak dengan biaya Rp 10.000 untuk 2 orang.

Jika dari stasiun lempuyangan dan terminal giwangan, anda bisa memanfaatkan bus trans jogja dengan jam operasional mulai pukul 5 pagi hingga 9 malam, dengan tarif Rp 3000.



Kamu suka artikel seperti ini? Jika suka silakan klik bagikan pada artikel ini 

VisitJogja.net- Jogja One Stop Travel Guide


Friday, 14 October 2016

Jogjatronik, Mall Khusus Barang-barang Elektronik di Jogja



VISITJOGJA.NET - Jogjatronik merupakan sebuah mall yang khusus menjual berbagai peralatan elektornik di Jogja, mulai dari smartphone, laptop hingga berbagai pernak-pernik aksesorisnya, lokasi mall Jogjatronik berada di Jalan Brigjen Katamso yang bisa dibilang masih berada di area pusat kota Yogyakarta, sehingga memudahkan bagi siapa saja untuk menuju ke tempat ini.



Jogjatronik Mall, Pusat Jual-beli Barang Elektronik di Jogja



Jogjatronik, Mall Khusus Barang-barang Elektronik di Jogja


Sebagai salah satu kota besar di Indonesia Yogyakarta tidak jauh berbeda dengan kondisi di ibu kota, gedung bertingkat yang difungsikan sebagai hotel, apartemen dan pusat perbelanjaan modern sudah mulai berdiri di berbagai sudut kota ini. Seiring dengan hal itu tentu saja kondisi bangunan tua dan cagar budaya juga banyak beralih fungsi atau bahkan dibongkar untuk dijadikan bangunan baru.

Dimulai dari pembangunan Mall Ambarukmo Plaza di medio tahun 2000an kini setidaknya di Yogyakarta sudah berdiri sekitar sepuluh mall dan pusat perbelanjaan modern mulai dari segmen menengah kebawah hingga segmen kelas atas.

Salah satu mall yang menurut saya memiliki segmen dan target pasar yang unik yaitu Jogjatronik, pusat perbelanjaan yang resmi beroprasi di tahun 2008 ini menjadi satu-satunya pusat perbelanjaan yang hanya menjual satu jenis barang, yakni barang elektronik. Hal ini sangat berbeda dengan mal-mal lain yang dibangun, hampir tidak ada yang menyasar ke segmen khusus sehingga menjadikan Jogjatronik sebagai tujuan utama untuk kebutuhan gadget dan elektronik.

Seperti mal pada umumnya Jogjatronik terdiri dari puluhan counter yang saling berdekatan, di lantai satu Jogjatronik digunakan untuk para penjual aneka aksesoris smartphone dan food court, kemudian di lantai dua terdapat berbagai counter resmi dari produsen smartphone yang beredar di Indonesia, di lantai dua ini selain terdapat counter resmi ada juga counter-counter lain yang menjual berbagai merek smartphone baik baru maupun bekas, lanjut di lantai tiga jogjatronik dipenuhi oleh berbagai counter laptop dan komputer, selain itu ada juga beberapa counter yang menjual camera dan audio system.

Pusat Jual Beli, Tempat Service dan Klaim Garansi



Selain sebagai pusat penjualan kebutuhan elektronik, para pengunjung Jogjatronik juga bisa melakukan service perbaikan, klaim garansi serta penjualan smarthone atau laptop, sehingga kalau kita ingin berganti gadget ke model yang lebih baru tempat ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk menjual gadget lama kita, harganya pun cukup bersaing dan kita bisa membandingkan dari counter satu ke counter lain agar bisa mendapatkan harga yang sesuai dengan yang kita inginkan.


Jogjatronik Mall:
Jalan Brigjen Katamso, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam Buka:
Setiap hari Jam 10:00 - 21:00


Kamu suka artikel seperti ini? Jika suka silakan klik bagikan pada artikel ini 

VisitJogja.net- Jogja One Stop Travel Guide


Menikmati Malam di Kampung Turis Jalan Prawirotaman Jogja



VISITJOGJA.NET - Jalan Prawirotaman Yogyakarta memang terkenal sebagai kampung turis karena menjadi tempat singgah dan berkumpulnya para turis asing dari berbagai negara. Tidak mengherankan mengingat di daerah Prawirotaman yang terletak di seputaran Jalan Parangtritis KM 1 ini berdiri banyak hotel, penginapan serta berbagai fasilitas penunjang turis asing seperti pub, money changer, tourist information, serta para tour guide lokal yang cukup mahir berbahasa Inggris.



Mengintip Gemerlap Dunia Malam Jogja di Jalan Prawirotaman



Kampung Turis Jalan Prawirotaman Jogja


Jalan Prawirotaman terbagi menjadi tiga buah jalan, yakni Jalan Prawirotaman 1, Jalan Prawirotaman 2 dan Jalan Prawirotaman 3. Pusat hiburan dan penginapan utama yang cukup ramai dan padat ada di Jalan Prawirotaman 1, disini banyak tempat singgah turis berupa hotel-hotel kecil, art gallery serta berbagai aktifitas bisnis.

Daerah Prawirotaman di saat pagi hingga siang hari merupakan salah satu pusat perdagangan yang sangat ramai, hal ini karena adanya Pasar Prawirotaman yang berada presis di tepi Jalan Parangtritis, setiap pagi para pedagang sayuran dan kebutuhan sehari-hari ramai menjajakan dagangannya kepada para konsumen, yang sengaja datang untuk berburu berbagai kebutuhan dapur atau hanya sekedar membeli hidangan sarapan pagi.

Saat sore hari menjelang senja daerah Prawirotaman yang berada di tepi jalan Parangtritis berubah menjadi pusat kuliner dari pedagang lesehan, sama seperti di beberapa jalan lain di Jogja. Yang paling unik, di depan Cube Hotel saat sore hari berdiri rumah makan dadakan yang menyajikan menu tengkleng kambing, tengkleng ini dijajakan ala kaki lima dan pembeli bisa menikmati seporsi tengkleng dipinggir jalan Parangtritis.

Bergeser sedikit keselatan, dari mulai sore hari sudah berjejer penjual wedang ronde, kemudian disusul oleh mas-mas penjual nasi goreng yang menemani beberapa cafe dan Pub buka hingga dini hari.

Hadirnya Jalan Prawirotaman sebagai pusat hiburan dunia malam di Jogja berbeda dengan apa yang ada di daerah Jalan Magelang, di Jalan Magelang tampaknya masih menjadi tempat hangout favorit bagi anak muda dan para pekerja kantoran di Jogja, sedangkan di Jalan Prawirotaman populasi anak nongkrong lebih didominasi oleh turis asing, entah yang sudah lama menetap di Jogja maupun baru beberapa hari tiba di jogja, sangat jarang ditemukan anak muda nongkrong disini kecuali dia itu tour guide atau sedang menemani klien dari luar negeri.


Menikmati Malam di Kampung Turis Jalan Prawirotaman Jogja


Ada beberapa Pub dan cafe yang selalu ramai di kunjungi turis asing menjelang tengah malam di Jalan Prawirotaman ini, salah satunya yaitu The Beatles Pub, desain eksterior dominasi warna hitam dan putih serta interior ala The Beatles menjadikan bangunan ini mudah dikenali saat malam hari maupun siang hari.

Papan-papan nama toko yang identik dengan beer dan minuman beralkohol menjadi warna tersendiri bagi daerah Prawirotaman, warganya yang sadar wisata dan mau belajar bahasa asing menjadi kekuatan sendiri yang menjadikan Prawirotaman sebagai salah satu lokasi unik yang layak di kunjungi untuk menikmati gemerlap dunia malam di Jogja.



Kamu suka artikel seperti ini? Jika suka silakan klik bagikan pada artikel ini 

VisitJogja.net- Jogja One Stop Travel Guide


Thursday, 13 October 2016

3 Jalur Alternatif Anti Macet Menuju Pantai Parangtritis



VISITJOGJA.NET - Salah satu aspek yang membedakan Jogja dengan kota wisata lain di Indonesia yaitu kondisi pantainya yang eksotis, Pantai Parangtritis di Bantul bahkan sudah menjadi pembicaraan umum oleh masyarakat karena cerita legenda Nyi Roro Kidul atau penguasa pantai selatan pulau Jawa, sehingga jika musim liburan tiba wisatawan dari berbagai daerah masih menjadikan Parangtritis sebagai salah satu destinasi wajib yang harus dikunjungi jika berwisata ke Jogja.



Jalur Alternatif Pengurai Kemacetan Menuju Pantai Parangtritis



3 Jalur Alternatif Pengurai Kemacetan Menuju Pantai Parangtritis


Banyaknya minat wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkunjung ke Pantai Parangtritis seringkali menyebabkan kemacetan lalu lintas di ruas Jalan Parangtritis, bahkan di hari libur panjang Jalan dengan panjang -+ 20 Kilometer ini penuh sesak oleh kendaraan pribadi dan bus pariwisata di beberapa titik.

Titik kemacetan di sepanjang Jalan Parangtritis biasanya terjadi di ruas perempatan traffic light, seperti di perempatan Ring road selatan Druwo, pertigaan rumah budaya Tembi, perempatan Manding, perempatan pos polisi Bakulan, dan juga di depan pintu masuk retribusi Pantai Parangtritis.

Saat ini dalam beberapa kasus kemacetan lalu lintas yang cukup padat, pihak Polres Bantul sudah sering kali melakukan rekayasa arus dibeberapa titik yang memungkinkan, misalnya di ruas perempatan pos polisi Bakulan yang di jadikan satu arah dari Yogyakarta ke Pantai Parangtritis atau dari utara ke selatan dan arus kendaraan balik yang berasal dari Pantai Parangtritis menuju Yogyakarta dialihkan ke kiri melewati jalur ring road Bantul yang kemudian bisa dilanjutkan melalui Jalan Bantul menuju Yogyakarta, hal ini cukup efektif untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas di sepanjang Jalan Parangtritis.

Selain melakukan rekayasa lalu lintas Pemda Kabupaten Bantul juga sudah menyiapkan jalur alternatif untuk menuju Pantai Parangtritis. Setidaknya ada tiga jalur alternatif yang saat ini sudah bisa dilalui,

  • 1. Jalur Alternatif Pertama: Jalan Parangtritis - Jalan Pundong

Rute:
Ring Road Selatan Jogja - Jalan Parangtritis - Jalan Pundong - Jalan Soka - Jalan Parangtritis - Gerbang Retribusi Pantai Parangtritis

Jalur alternatif ini melewati kecamatan Pundong, dari Jalan Parangtritis arah Yogyakarta ke selatan setelah melewati perempatan pos polisi Bakulan jalan ini berjarak kurang lebih 1,5 Kilometer dan berada di kiri Jalan tepatnya setelah melalui Rumah Sakit Rachma Husada. Jalur alternatif ini membawa kita melewati asrinya suasana pedesaan di sekitar Kecamatan Pundong, wilayah yang pada tahun 2006 silam menjadi daerah paling parah terkena bencana gempa bumi Jogja.

Jika melewati jalur ini kita akan melewati beberapa rumah makan khas pundong yang menyajikan menu spesial mides di sepanjang jalan utara Pasar Pundong, rumah makan ini umumnya buka pada sore sampai malam hari sehingga sangat pas jika melewati jalur Pundong ini pada perjalanan pulang setelah menikmati sunset di Pantai Parangtritis.

Kecamatan Pundong merupakan salah satu kecamatan penghasil kerajinan gerabah selain di Kasongan, selain itu Kecamatan Pundong juga terkenal dengan kesenian Nini Thowok di desa Grudo yang terkenal hingga level nasional, untuk kuliner Pundong terkenal dengan pusat kuliner miedes, abangan dan juga bakmi pentil, ketiga makanan ini murupakan makanan khas yang hanya bisa ditemukan di Kecamatan Pundong.

Di jalur alternatif ke Pantai Parangtritis yang melewati Pundong ini selain bisa menemukan beberapa kuliner kita juga akan disuguhkan dengan pemandangan pegunungan seribu, di jalur ini kita juga akan melewati bangunan pusat rehabilitasi korban gempa dan jalan masuk ke Goa Jepang sebuah Goa menghadap ke laut di atas pegunungan seribu yang digunakan oleh tentara Jepang untuk berlindung saat melakukan pengejaran terhadap pasukan gerilya Jenderal Sudirman yang saat itu melintasi wilayah Kretek dan Parangtritis.

Kondisi jalan ini sudah beraspal dengan lebar 4-5 meter, bisa dilalui kendaraan pribadi roda empat maupun bus pariwisata, Jalur alternatif ini berakhir tepat sebelum pintu masuk retribusi Pantai Parangtritis.

  • 2. Jalur Alternatif Kedua: Jalan Imogiri - Jalan Siluk  

Rute:
Ring Road Selatan Jogja - Perempatan Terminal Giwangan - Jalan Imogiri Timur - Jalan Siluk- Jalan Soka - Jalan Parangtritis - Gerbang Retribusi Pantai Parangtritis

Jalur alternatif ini dimulai dari perempatan Terminal Giwangan Jogja ke selatan, menyusuri Jalan Imogiri Timur kita akan disuguhkan dengan kuliner khas Imogiri yaitu Sate Klathak. Kuliner ini sempat hits karena menjadi kuliner favorit artis dan politisi Ibu Kota, Ingat dengan film AADC 2 ? lokasi makan malam Rangga dan Cinta adalah salah satu rumah makan sate klathak yang ada di Jalan Imogiri Timur.

Selain kuliner lokasi yang sangat menarik yang kita lalui yaitu Stadion Sultan Agung, markas klub sepakbola Persiba Bantul, Makam raja-raja Mataram di Imogiri dan Goa Cerme yang berada di pegunungan seribu, konon menurut warga sekitar Goa Cerme sering digunakan oleh Sri Sultan HB IX dan beberapa orang sakti untuk bertapa.

Di sepanjang Jalan Siluk jalur alternatif ini akan membawa kita menyusuri pemandangan pinggiran pegunungan seribu sampai dengan akhir jalur di utara pintu masuk retribusi Pantai Parangtritis.


  • 3. Jalur Alternatif Ketiga: Jalan Lintas Selatan Gunungkidul - Jalan Parangtritis

Rute:
Gunungkidul - Jalan Baron - Jalan Parangtritis - Parkir Pantai Parangtritis

Jika sebelum menuju ke Pantai Parangtritis kita berangkat dari tempat wisata di Kabupaten Gunungkidul, kita bisa menuju ke Kabupaten Bantul atau Pantai Parangtritis langsung melalui Jalur selatan yang membelah pegunungan seribu.

Jalur yang dipersiapkan sebagai jalur lintas selatan yang mengubungkan Propinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta dan Jawa Timur ini memang belum 100% rampung, namun bisa dibilang untuk jalur Gunungkidul - Bantul jalan ini sudah terbilang mulus hanya menyisakan sekitar 2 Kilometer jalan yang belum dilebarkan itupun sudah berada di area parangtritis.

Kalau melewati jalur alternatif ini, selain tidak akan mengalami kemacetan lalu lintas, banyak juga melewati spot wisata yang bisa di kunjungi, ada beberapa pantai sepanjang jalan Pantai Baron sampai Pantai Parangtritis, Goa Maria Tritis dan juga bukit Paralayang sebelum sampai di lokasi Pantai Parangtritis.

Jalan ini bisa dibilang lebih efektif jika ingin menuju ke Pantai Parangtritis dari Kabupaten Gunungkidul atau sebaliknya, karena selain kondisi jalan yang masih sepi pengalaman menyusuri pegunungan seribu serta pemandangan yang ditawarkan saat melintasi jalur ini rasanya akan sulit untuk dilupakan.

Namun, untuk melakukan perjalanan di jalur alternatif ini saya sarankan tidak dilakukan saat malam hari, karena kondisi penerangan jalan yang minim serta fasilitas 24 jam yang hanya bisa didapatkan dari warga sekitar.

Tujuan akhir dari rute alternatif ini akan berakhir tepat di sebelah timur parkiran Pantai Parangtritis, sama persis dengan berakhirnya pegunungan seribu. Jalur ini juga merupakan sambungan dari Jalan Parangtritis jika kita terus melanjutkan perjalanan sampai ke selatan dari arah Yogyakarta.

Meskipun berada di atas pegunungan di sepanjang jalan Baron sampai Jalan Panrangtritis via Gunungkidul ini memiliki kondisi jalan yang sudah beraspal, bahkan bisa dibilang 75% jalan sudah setara dengan Jalan Parangtritis dengan lebar 4-7 meter sehingga sangat mulus dilalui kendaraan. Rute ini biasanya selain digunakan oleh rombongan touring dan masyarakat sekitar juga digunakan oleh truk-truk pengangkut batu kapur dan kayu bakar.



Kamu suka artikel seperti ini? Jika suka silakan klik bagikan pada artikel ini 

VISITJOGJA.NET- Jogja One Stop Travel Guide